Indah Pada Waktunya
Tampilkan postingan dengan label Kotbah 01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kotbah 01. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Galatia 3 : 28




SATU DI DALAM  KRISTUS YESUS

          Yesus Kristus penebus dosa manusia, oleh karena itu tidak ada perbedaan dihadapa~Nya, semua adalah sama dihadapan Tuhan. ucapan ini sering kita dengar dari pengkotbah di atas mimbar. Mari kita simak ayat (28)  Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Benarkah demikian ?  

          Kalau kita menelusuri pada ayat sebelum dan sesudahnya, salah satu makna Yesus disalibkan adalah Dia telah mengakhiri dan menebus kita dari hukum taurat, sebab ada tertulis : “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus kristus telah membuat semua ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima roh yang telah dijanjikan itu (ayat 14). Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah (ayat 29).

          Setiap orang yang percaya berhak menerima janji Allah, tidak terbatas kepada bangsa Israel yang telah lebih dahulu mengenal~Nya bahkan kita mengetahui mereka sebagai bangsa pilihan Allah. Ukuran yang dipakai bukan lamanya mengenal atau percaya tentang Allah tetapi ditentukan oleh kualitas iman, yaitu keyakinan dalam menjalankan kebenaran Firman Tuhan. Satu di dalam Kristus Yesus menjadi tonggak pembaruan bagi orang percaya bahwa tidak membedakan yang satu dengan yang lain, semestinya kita juga bersikap demikian sepanjang hidup tanpa dibatasi oleh apapun, kapanpun dan siapapun.

          Kita jangan mempertajam perbedaan karena akan menimbulkan konflik antar saudara, teman, bahkan dengan sesama teman se iman yang pada akhirnya akan menjadi perpecahan. Hendaknya saling menguatkan serta tetap memelihara persekutuan agar berjalan dengan baik. Apalagi sampai  menghakimi orang lain, tentu tidak berkenan dihadapan Tuhan. Amin (KAP)

Selasa, 06 Agustus 2013

1 Petrus 3 : 10 – 11



JAUHI YANG JAHAT DAN LAKUKAN PERDAMAIAN

          Kejahatan adalah merupakan perbuatan yang selalu ada sepanjang sejarah hidup manusia, mulai dari kecil nasehat untuk tidak melakukan perbuatan jahat telah kita dengar dari orang tua, demikian seterusnya ke generasi berikutnya. Bukan tanpa alasan, bahkan dalam ayat 10 dikatakan siapa yang mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

          Lidah tak bertulang ternyata bisa menimbulkan kejahatan, dia bekerjasama dengan bibir maka perbuatan menipu bisa terjadi apalagi pada saat iman lemah atau goyah. Oleh karena itu nas ini telah mengingatkan kita untuk menjaga ucapan yang dikeluarkan setiap hari, pengendalian diri sangat berperan penting dalam kehidupan. Tuhan mengatakan tenangkan hatimu supaya engkau bisa berdoa karena dalam ketenanganlah kita bisa berdoa dan iman menjadi teguh.


          Damai adalah suasana hati yang dinaungi Roh Kudus, dia akan hilang dihati jika kita membiarkan pikiran yang menguasainya. Karena pikiranlah maka kejahatan itu bisa terjadi. Selalu Tidak menutup kemungkinan kalau suara hati diabaikan oleh pikiran maka akan menimbulkan kejahatan. Kita harus menjauhi yang jahat dan selalu melakukan yang baik dan berjuang dengan sungguh – sungguh (ayat 11). Untuk itu berdamailah dengan hatimu supaya kita juga bisa berdamai dengan orang lain. Carilah damai itu dimanapun kita berada. Amin (KAP)



Imamat 19 : 18



KASIHILAH SESAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI

Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk tidak menuntut balas dan menaruh dendam terhadap sesama manusia, walau sebesar apapun perkaranya. Sungguh berat untuk menerima pengajarannya, bahkan lebih tegas lagi dalam nas ini kita diminta untuk bersikap mangasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Banyak orang yang saling mengasihi tetapi juga tidak sedikit orang yang mengabaikannya.

Mengasihi yang dimaksud dalam ayat 18 berkaitan dengan perasaan cinta kasih kepada orang lain, tidak terbatas pada saudara sekandung , orang tua, anak atau teman. Tetapi lebih dari pada itu Tuhan menghendaki kita mengasihi siapapun dia orangnya, yaitu sesama manusia. Salah satu kelemahan kita sulit menjalankannya, karena dipengaruhi oleh pikiran yang menghitung untung atau rugi dalam mengasihi. Padahal kita harus mampu berbuat untuk orang lain bukan karena kita memiliki lebih banyak atau lebih mampu melainkan karena memang kita saling membutuhkan satu sama lain, apalagi dalam kehidupan bermasyarakat, tentu harus mampu menjaga keseimbangan.


Dalam kenyataan ada banyak kasus pembunuhan yang diputuskan pengadilan tidak dapat diterima oleh keluarga korban karena merasa putusan yang lakukan oleh hakim tidak adil sehingga dendam dari keluarga yang ditinggalkan terhadap terdakwa sangatlah membara, dirinya dikuasai oleh iblis sehingga marahnya tidak terkendalikan, nyawa harus dibalas dengan nyawa demikianlah pernyataan sebagian keluarga. Kita juga banyak menghadapi pergumulan dan ketidakadilan dalam kehidupan ini, namun kita harus setia akan Tuhan tanpa alasan diperlakukan tidak adil karena yang adil hanyalah Tuhan. Hadapilah semua dengan senyum dan tidak bercela dihadapan Tuhan. Amin (KAP)